WAKTU KEWAKTU, MASA KEMASA
Ketika mengingat sedikit masa kecil yang mungkin ada memo ingtan yg masih melekat sampai saat ini. Betapa serunya masa bermain, betapa jengkelnya ketika kesengan itu ditegur orangtua yg dianggap mereka berlebihan. Begitu halus cara orangtua mendidik, begitu gigihnya mereka menegur ketika kita berbuat salah yg mungkin pada saat itu kita menganggap perilku yg dikerjakan sudh benar (ego kekanak2an).
Sampai akhirnya perlahan pola pikir yg kekanak2an tumbuh menjadi pemikiran remaja yg mulai ingin mencari jati diri, mencri kebebasan, pada masa ini pun tidak hentinya peran orngtua lebih intens menjaga, mengarahkan, menasehati dengan penuh keikhlasan dengan cara tindakan maupun doa disetiap sujud mereka yg tidak pernah luput disetiap waktunya.
Hingga waktu trus berjalan sampai pada titik pemikiran menjdi dewasa, yg sudh mulai memikirkan cita2, harapan dan memahami apa yg harus dilakukan, apa yg harus dicapai. Pemikiran itu pun sampai pada titik temu betapa berjasanya didikan orangtua yg dulu kita anggap mereka tidak benar (kitalah paling benar). Pada saat pemikiran seperti inilah kita mulai mnyadari alangkah berjasanya kedua orangtua kita, alangkah bangganya kita memiliki mereka, alangkah bersyukurnya mereka menjdi orangtua kita.
Semoga cita2 dan harapan mereka sesuai dengan yg mereka harapkan. Renungi sejenak sebuah pertanyaan apakah kita dapat membalas jasa dan budi mereka (kedua orangtua) ?, tentu tidak.
Membuat mereka selalu tersenyum, berusaha agar mereka selalu bahagialah yg saat ini mungkin bisa dilakukan.
Doa agar mereka dipanjngkn umur dan sehat selalu selalu terpanjat setiap saat.

0 Comments