Renungan Jendela Jalan
Sejanak pandangan mengarah kematahari yg mulai meredupkan sinarnya secara perlahan, wujudnya menghilang di bawah garis cakrawala di sebelah barat. Kicauan burung terbang beriringan menuju sarangnya dibawah sinar matahri kemerah merahan.
Dalam benak terpikirkan, kuasa Allah yg begitu besar menciptakan siang dan mlm yg silih berganti. Dimna pun kita berada diplosok manapun kita mesti mersakan dan akan mengalami proses tersebut.
Hati pun sekejap bergeritik suatu saat tentu aku pasti tidak bisa menikmati kebesaran-Nya seperti dihari ini. Apakah pertukran siang menjdi malam yg awalnya terang menjadi gelap ini pertanda panjangnya umur atau sebuah ciri akan semkin pendeknya umur yg sudah ditentukan oleh sang Pencipta.
Akakan nikmat hidup ini bisa aku rasakan lagi besok, besok dan besok sampai seterusnya. Adakah catatan kebaikan yg tertulis di hari yg sudah berlalu ini atau malah coretan hitam yg terctat untuk hari yg sudah ku lewati.
Mungkin hanya rasa syukur yg patut untuk di panjatkan dan istigfar yg ku haturkan untuk berlalunya hari ini. Dengan segenggam harapan untuk menyongsong hari esok agar mnjdi lebih baik lagi.

0 Comments