PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan Sosial
Berbicara mengenai perubahan sosial, pada dasarnya pembahasan ini sudah dimulai jauh sejak sekitar abad ke 14.
Ibnu Khaldun yg dikenal sebagai seorang pemikir Islam dalam bidang ilmu sosial. Menurutnya masyarakat secara historis bergerak dari masyarakan nomaden menuju masyarakat yang tinggal secara menetap.
Aguste Comte menjelaskan bahwa perubahan sosial merupakan tahapan kehidupan manusia mulai dari tingkat teologis, metafisika, dan positivistik.
Emile Durkheim mengatakan perubahan sosial merupakan pergerakan dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa kita tentu tidak bisa menghindari akan perubahan-perubahan tersebut. Mungkin yg saat ini bisa kita rasakan dan kita ketahui dengan sebuah sebutan dampak globalisasi.
Proses perubahan sosial dapat terjadi melalui difusi, akulturasi, asimilasi, dan akomodasi.
  • Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang meliputi ide-ide, keyakinan, hasil-hasil kebudayaan, dan sebagainya dari individu ke individu lain, dari suatu golongan ke golongan lain dalam suatu masyarakat atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
  • Akulturasi dapat diartikan sebagai proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan sendiri. Menurut Koentjaraningrat, mengatakan bahwa proses akulturasi itu timbul apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaannya dihadapkan dengan unsur kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan sendiri.
  • Asimilasi merupakan proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama, dan kebudayaan-kebudayaan dari golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan yang baru, yang berbeda dengan aslinya.
  • Akomodasi, menurut J.L. Gillin dan J.P. Gillin, akomodasi diartikan sebagai suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubunganhubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi yang dipergunakan oleh ahli-ahli biologi untuk menunjuk pada suatu proses di mana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya.
Tentu perubahan-perubahn tersebut berdampak menjadi dua bagian, bisa menjadikan dampak positif bahkan juga bisa berdampak negatif. Terlepas dari semuanya tergantung insan manusinyalah bagaiman melihat, menerawang dan memilah mana yg patut untuk di implimentasikan atau hanya dijadikan sebuah bahan pemikiran dan pelajaran. Yang jelas kita tidak dapat mengelak akan perubahan-perubahan sosial tersebut.
Hanya ilmu yg dapat memilah dan memilih yg berguna sebgai pondasi hidup pada zaman sekarang ini.

Post a Comment

0 Comments