TELAAH DAN
ANALISIS STANDAR
PROSES KURIKULUM 2013
Disusun Oleh
Muhammad Miftah Arief, S.Pd.I, M.Pd
"2014"
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang
sangat pantas penulis ucakan kepada Allah Swt karena bimbingannyalah maka
penulis bisa menyelesaikan tulisan dengan berjudul “Telaah dan Analisis Standar Proses Kurikulum 2013.”
Dalam penulisan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada
pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan tulisan ini, khususnya kepada: Bapak Dr. A. Fatah Yasin, M. Ag selaku dosen sekaligus pengampu pada mata kuliah Pengembangan
Kurikulum Pendidikan Dasar yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran
dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian
penyusunan tulisan ini.
Saya menyadari bahwa masih sangat banyak
kekurangan yang mendasar pada tulisan ini. Oleh karena itu saya mengundang
pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa
memberikan sumbangsih positif bagi kita semua.
Batu, Desember 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................................... 1
B. Tujuan
Pembahasan ............................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A.
Standar Proses Kurikulum ................................................................................... 4
B.
Kurikulum 2013 ................................................................................................... 10
1.
Konsep Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013 ................................ 12
2.
Orientasi Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013............................... 14
3.
Tema Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013..................................... 14
4.
Tantangan Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013............................. 16
C. Proses Pembelajaran Kurikulum........................................................................... 17
1.
Perencanaan
Pembelajaran Kurikulum 2013....................................................17
2.
Pelaksanaan Proses
Kurikulum 2013............................................................... 20
3.
Penilaian Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013............................................. 22
4.
Pengawasan Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013........................................ 24
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan .......................................................................................................... .26
B.
Keritik dan Saran................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan nasional,
sebagai salah satu sektor pembangunan nasional dalam upaya mencerdaskan
kehidupan bangsa, mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata
sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia
berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Makna manusia yang berkualitas,
menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
yaitu manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan
nasional harus berfungsi secara optimal sebagai wahana utama dalam pembangunan
bangsa dan karakter.
Penyelenggaraan
pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya
kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan,
yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan
negara Indonesia sepanjang zaman.
Dari
sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu
unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses
berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi
bahwa kurikulum, yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan
sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia
berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3)
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan
pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi
pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Selain
itu guru merupakan kunci dari keberhasilan sebuah pendidikan, serta guru yang
menentukan dalam tingkat mutu pendidikan. Seorang guru dituntut untuk mampu
menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Hal ini berguna
untuk tercapainya sebuah pendidikan yang diinginkan.
Standar
proses adalah Standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar kompetensi
lulusan. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan
interaksi anatara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam
situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar.
B.
Tujuan
Pembahasan
Standar proses kurikulum 2013 yang sudah tentu tidak hadir
mencuat begitu saja di dunia pendidikan Indonesia dengan sebagai mana adanya.
Hal tersebut tentunya perpangakal pada sebuah masalah yang dilihat dengan ril
yaitu ketidak tercapaiannya sebuah tujuan yang diinginkan. Dengan mengetahuai
sebuah standar proses kurikulum 2013 ini diharapakan mahasisiwa agar mampu
mentelaah dan menganalisis satandar proses kurikulum 2013 ini guna mengetahui
dan mendiskripsikan standar proses kurikulum 2013.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Standar Proses Kurikulum
Standar proses adalah
standar nasiaonal pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran
pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses, baik yang berkaitan
dengan perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan pembelajaran
dikembangkan oleh BSNP, dan ditetapkan dengan peraturan Menteri. Secara garis
besar standar proses pembelajaran tersebut dapat dideskripsikan sebagai
berikut.
a. Proses pembelajaran pada satuan
pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kereatifitas dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
b. Dalam proses pembelajaran, pendidik
memberikan keteladanan.
c. Setiap tahun pendidik melakukan
perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan pembelajaran, untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
d. Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, sumber belajar,
dan penilaian hasil belajar.
e. Pelaksanaan proses pembelajaran
harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar
maksimal per pendidik, rasio maksimal buku teks pembelajaran setiap peserta
didik dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik.
f.
Pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan dengan
mengembangkan budaya membaca dan menulis.
g. Penilain hasil pembelajaran
menggunakan berbagai teknik penilain, dapat berupa tes tertulis, observasi, tes
praktek, dan penugasan perorangan atau kelompok, sesuai dengan kompetensi dasar
yang harus dikuasai.
h. Untuk mata pelajaran selain kelompok
ilmu pengetahuan dan teknologi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah,
teknik penilain observasi secara individu sekurang-kurangnya dilaksanakan satu
kali dalam satu semester.
i.
Pengawasan proses pembelajaran meliputi pengetahuan,
supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengembalian langkah tindak lanjut yang
diperlukan.[1]
Undang-undang No. 22 Tahun 2003 tentang system pendidikan
nasional menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta
ketampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Jika kita maknai undang-undang Undang-undang No. 22 Tahun
2003 tentang sistem pendidikan nasional tersebut kita akan menemukan arah dan
tujuan pendidikan yang harus diupayakan yaitu pembentukan sikap, pengembangan
kecerdasan intelektual, dan pengembangan keterampilan anak sesuai dengan
kebutuhan. Namun ternyata salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan
kita adalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang di dorong untuk mengembangkan
kemampuan berpikir. Kenyataan ini berlaku untuk semua pelajaran. Akibatnya
ketika anak didik kita lulus sekolah, mereka pintar secara teoritis, tetapi
mereka miskin aplikasi. Hal ini tentu
memperlihatkan bahwa apa yang diinginkan dalam undang-undang di atas belum
sepenuhnya tercapai.
Sistem pendidikan nasional yang dikembangakan di Indonesia
kalau kita lihat memang menunjukkan suatu perubahan-perubahan yang semakin hari
semakin menuju kearah perubahan yang lebih baik, ini bertujuan untuk tercapainya
sebuah pendidikan yang diinginkan. Tetapi, kita tidak memungkiri bahwa sistem
pendidikan kita juga mempunyai kelemahan, salah satu kelemahan yang dapat
diliahat menurut telaah analsis adalah sebuah sistem pendidikan yang
dikembangkan di Negara kita adalah kurangnya perhatian pada autput.
Standarisasi kurikulum nasioanal, buku, alat, pelatihan guru, sarana, dan
fasilitas sekolah merupakan wujud kendali pemerintah terhadap input dan proses
yang harus berlangsung di dalam sistem. Tetapi standar kompetensi apa yang
harus dikuasai seorang peserta didik setelah dia belajar, ini belum mendapat
perhatian semestinya. Dua orang guru memberikan pokok bahasan dalam kurikulum
bisa mengartikan atau penafsirkan yang berbeda, ini disebabkan karena tidak
adanya standar. Demikian juga dengan proses pembelajaran, guru sekedar memenuhi
target administratif sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis saja, guru
tidak berpokus pada hasil yang harus dicapai. Karena hal demikian disebabkan
tidak adanya setandar atau hasil yang harus dicapai, dengan demikian
mengakibatkan komponen input dan proses pembelajaran yang dilaksanakan kurang
efektif, sehingga hasilnya tidak optimal, karena pembelajaran kurang berfokus.
Sistem pendidikan yang hanya berbasis pada input dan proses
dipandang kurang dinamis, kurang efisien, dan mengarah pada stagnasi pedagogik,
jika ingin melakukan sedikit perubahan saja, maka biyayanya sangat mahal dan
teknisnya sangat rumit. Semua komponen input dan proses, dari hulu sampai
hilir, mulai dokumen kurikulum, pelatihan guru sampai lembar kerja peserta
didik, harus diubah. Hal tersebut telah mengakibatkan sistem pendidikan
cenderung tidak efisien dan sulit
beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
aspirasi serta kebutuhan masyarakat. Tantangan masa depan dalam milenium ketiga
antara lain akselerasi teknologi dan sains, tren politik, kekuatan ekonomi,
tren sosial budaya moderen, perubahan peta pengetahuan, dan era post-moderen,
yang menuntut berbagai perubahan pendidikan. Jika sistem pendidikan
konvensional terus dipertahankan, tanpa memperluas orientasi pada ouput atau
standar kompetensi pendidikan, maka berbagai perubahan yang ingin dilakukan
sulit diwujudkan.[2]
Dalam menanggapi masalah tersebut maka pemerintah selalu
melakukan sebuah pengembangan pendidikan melalui sebuah kurikulum, hal ini
berguna untuk meningkatkan pendidikan yang ada di Negara kita ini.
Proses kurikulum meliputi semua pengalaman di dalam
lingkungan pendidikan, baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan,
yang meliputi dampak terhadap belajar dan pengembangan personal setiap individu
siswa. Aspek yang direncanakan dari proses kurikulum disebut kurikulum
intensional. Aspek yang tidak direncanakan pada proses kurikulum disebut
kurikulum bukan intensional (unintentional
curriculum). Ada empat unsur yang saling berkaitan dengan proses kurikulum.
Pertama, keputusan yang harus dibuat mengenai tujuan (umum dan khusus) yang
hendak dicapai oleh institusi pendidikan. Kedua, keputusan tentang isi/materi
pelajaran yang sesuai yang diyakini untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan
ini mendapat kontribusi yang bermakna dari karya di bidang concept formation and attainment, bahasa dan berpikir, semua teori
belajar. Ketiga, setelah ini pelajaran ditentukan, selanjutnya dipilih
metode-metode mengajar yang berguna untuk mengorganisasikan dan menyampaikan
ini (content) tersebut. Metode-metode
tersebut akan menentukan pengelaman-pengalaman tersebut adalah produk dari
interaksi antara apa yang diajarkan, bagaimana cara menyajikannya, dan cara
siswa belajar. Pada langkah itu berbagi hal memberikan sumbangannya, seperti
motivasi, perhatian dan persepsi, kepribadian, gaya kognitif dan aspek-aspek
sosial dari belajar. Tahap tersebut merupakan tahap belajar mengajar. Keempat,
tahap atau unsur selanjutnya adalah evaluasi yang menggunakan bermacam teknik
assesmen pendidikan, yang diperlukan dengan maksud mengetahui apakah
tujuan-tujuan telah tercapai, yang pada gilirannya menjadi bahan untuk membuat
keputusan selanjutnya tentang tujuan, isi/materi dan metode pengajaran.[3]
Proses kurikulum berlangsung secara berkesinambungan dan
merupakan keterpaduan dari semua dimensi pendidikan dalam rangka mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Proses tersebut berlangsung secara
bertahap dan berjenjang, terdiri dari:
a. Proses penjajakan dan pengembangan
suatu kurikulum sesuai dengan kebutuhan suatu lembaga pendidikan.
b. Proses perencanaan dan pengembangan
suatu kurikulum sesuai dengan kebutuhan suatu lembaga pendidikan.
c. Proses pelaksanaan kurikulum yang
berlangsung dalam proses belajar mengajar.
d. Proses penilaian kurikulum untuk
mengetahui tentang tingkat produk dan keberhasilan kurikulum.
e. Proses perbaikan kurikulum
berdasarkan hasil evaluasi terhadap keterlaksanaanya dan kelemahannya setelah
dilakukan penilian kurikulum.
f.
Proses penilaian evaluasi kurikulum dalam hal ini erat
kaitannya dengan tahap-tahap proses lainnya, tetapi lebih mengarah kepada
pengembangan kurikulum sebagai cabang ilmu dan teknologi.[4]
Dengan demikian pengembangn kurikulum atau bisa disebut
evaluasi kurikulum melingkupi komponen-komponen penjajakan kebutuhan dan studi
kelayakan, sebuah perencanaan dan pengembangan, proses belajar mengajar yang
didalamnya mencakup media dan bahan pembelajaran. Proses inilah yang dilakukan dalam
meningkatkan sebuah mutu pendidikan di Negara kita, seiring dengan
berkembangnya zaman dari hari kehari yang menuntut kita untuk mengikutinya dan
menyebabakan sebuah tarap pendidikan memang harus dituntut untuk menjadi lebih
berkembang guna tercapainya sebuah tujuan yang sudah ditentukan.
B.
Kurikulum 2013
Istilah
kurikulum pada awalnya digunakan dalam aktivitas olahraga, yang berasal dari
bahasa latin, yaitu curikulum. Dalam
dunia pendidikan, istilah kurikulum telah dikenal semenjak kurang lebih satu
abad yang lampau. Dalam kamus Webster pada tahun 1856, untuk pertama kalinya
digunakan istilah kurikulum. Ada pula yang berpendapat bahwa tanggal dan tahun
yang pasti tentang awal penggunakan istilah kurikulum sukar dilacak, namun
istilah kurikulum diperkiraan telah dipergunakan semenjak tahun 1890 karena
pada tahun ini, di Amerika Serikat diadakan pertemuan komisi utama pendidikan
yang membahas pengorganisasian kembali pendidikan, dan pada pertemuan itu,
masalah kurikulum diperdepatkan.[5]
Sejak Indonesia merdeka kurikulum telah mengalami beberapa
kali perubahan secara berturut-turut yaitu pada tahun 1947, tahun 1952, tahun
1964, tahun 1968, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994, dan tahun 2004, serta
yang terbaru adalah kurikulum tahun 2006. Pada saat ini telah dan sedang
dilaksanakan Uji Publik kurikulum 2013 sebagai pengembangan dari kurikulum 2006
atau KTSP. Dinamika tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan
system politik, sosial budaya, ekonomi, dan IPTEK dalam masyarakat berbangsa
dan bernegara. Sebab, kuriklum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu
dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntunan dan perubahan yang terjadi
di masyarakat. Perubahan atau pengembangan kurikulum menunjukkan bahwa sistem
pendidikan itu dinamis. Jika sistem pendidikan tidak ingin terjebak dalam
stagnasi, semangat perubahan perlu terus dilakukan dan merupakan suatu
keniscayaan.[6]
Kurikulum 2013 pada tingkat sekolah dasar menggunakan
pembelajaran tematik. Ditinjau dari pengertiannya, pembelajaran adalah
pengembangan pengetahuan, keterampilan, atau sikap baru pada saat seorang
individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan.pembelajaran tematik
dikemas dalam suatu tema atau bias disebut dengan istilah tematik. Pendekatan
temtik ini merupakan suatu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, kemahiran
dan nilai pembelajaran serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.
Dengan kata lain pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema
dalam meningkatkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman
bermakna bagi peserta didik. Dikatakn bermakna karena dalam pembelajaran
tematik, peserta didik akan memahami konsep-konsep melalui pengalaman langsung
dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.[7]
1.
Konsep Pembelajaran Dalam Konteks
Kurikulum 2013
Istilah pembelajaran dapat didefinisikan dari berbagai sudut
pandang. Salah satunya sudut pandang yang dianggap paling awal menyajikan
konsepsi pembelajaran adalah sudut pandang behavioristik. Berdasarkan pandangan
teori ini, pembelajaran sering dikatakan sebagai proses pengubah tingkah laku
siswa melalui pengoptimalan lingkungan sebagai sumber stimulus belajar. Selain
itu pembelajaran selanjutnya ditafsirkan sebagai upaya pemahiran keterampilan
melalui pembiasaan siswa secara bertahap dan terperinci dalam memberi respons
atau stimulus yang diterimanya yang diperkuat oleh tingkah laku yang patut dari
para pengajar.[8]
Disisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran,
tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan,
guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran
hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat
mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan
hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan
pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Sudut pandang
lain yang bisa digunakan untuk mendifinisikan pembelajaran adalah teori
kognitif. Berdasarkan sudut pandang ini, pembelajaran didefinisikan sebagai
proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kemampuan
kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
mengonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik
terhadap materi pelajaran.[9]
Dalam belajar kognitif, objek-objek yang ditanggapi tidak hanya yang bersifat
materiil, tetapi juga yang bersifat tidak materiil.[10]
Dari
pengertian ini dapat diartikan bahawa pembelajaran adalah sebagai usaha seorang
guru untuk memberikan stimulus, bimbingan, arahan, dan sebuah dorongan agar
terjadi sebuah proses belajar pada siswa, selain itu pembelajaran yang dimaksud
bukan sebuah proses pemberian pengetahuan kepada siswa, melainkan berupa sebuah
pembentukan pengetahuan oleh siswa untuk siswa melalui optimalisasi kinerja
kognitifnya.
2.
Orientasi Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013
Sejalan dengan perkembangan paradigma dunia tentang makna
pendidikan, pendidikan dihadapkan ada sejumlah tantangan yang semakin berat.
Salah satu tantangan nyata tersebut adalah bahwa pendidikan hendaknya mampu
menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang utuh. Berbeda
dengan beberapa dekade yang lalu, kompetensi yang diharapkan dimiliki sumber
daya manusia saat ini lebih dititik beratkan pada kompetensi berpikir dan
komunikasi.[11]
Kompetensi disini mempunyai arti bahwa sumber daya manusia
diharapakan mempunyai pengetahuan yang luas, berpikir keritis, dan berpikir
kreatif. Sedangkan kompetensi mempunyai arti bahwa manusia harus memiliki
kemampuan berkomunikasi dalam rangka bekerja sama serta menyampaikan segala ide
dari pengatuan yang kritis dan kreatif.
3.
Tema Pembelajaran dalam Konteks
Kurikulum 2013
Pembelajaran dalam konteks Kurikulum 2013 diorientasikan
untuk menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan
afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana),
dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Orientasi ini dilandasi oleh
adanya kesadaran bahwa perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad ke-12,
telah terjadi pergeseran ciri dibanding dengan abad sebelumnya. Sejumlah ciri
abad ke-21 tersebut adalah bahwa abad ke-21 merupakan abad informasi,
komputasi, otomasi, dan komunikasi. Hal inilah yang diantisipasi pada kurikulum
2013. Pembelajaran yang harus dikembangkan adalah pembelajaran yang diarahkan
untuk mendorong peserta didik mencari tahu bukan pembelajaran yang memberi tahu
peserta didik. Melalui desain ini, siswa akan dibiasakan untuk membangun
pengetahuan sendiri berdasarkan konteks nyata yang bermakana bagi dirinya.
dalam praktiknya pembelajaran yang demikian akan membiasakan siswa untuk
beraktivitas melakukan penelitian, pengamatan, eksperimen, observasi, maupun
melakukan aktivitas pengumpulan informasi dari berbagai sumber melalui kegiatan
wawancara atau kegiatan sejenisnya. Seluruh aktivitas siswa ini selanjutnya
harus pula dikemas dengan berbasis pada proses kerja keilmuan. Pembelajaran
berbasis saintifik proses inilah yang akan menjadi ruh bagi pembelajaran dalam
konteks kurikulum 2013.[12]
Dari penjelasan diatas dapat kita amati lebih dalam bahwa
tujuan dari sebuah kurikulum 2013 ini sangatlah jelas, apabila semua itu bisa
diimplementasikan dengan benar maka tujuan pendidikan yang diingankan akan
tercapai. Tetapi semua itu tidaklah mudah menerapkannya, karana disamping
membuat suatu perubahan yang sangat signifikan. Guru sebagai ujung tombak dari
sebuah ketercapaiannya sebuah pendidikan disini, disamping itu juga metode yang
digunakan haruslah tepat. Bagaimanapun baik dan sempurnanya suatu kurikulum atau
materi sebuah pendidikan, ia tidak akan berarti apa-apa, manakala tidak
memiliki metode dan cara yang tepat dalam mentransformasikannya kepada peserta
didik. Ketidak tepatan dalam penerapan metode secara praktis akan menghambat
proses belajar mengajar yang akan berakibat membuang waktu dan tenaga secara
percuma.
4.
Tantangan Pembelajaran dalam Konteks
Kurikulum 2013
Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan
karya kontekstual, baik individual, maupun kelompok maka sangat disarankan
menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan
masalah (projeck based learning).
Melalu pendekatan itu diharapakan siswa memiliki kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif,
inovatif, dan lebih prodiktif, sehingga nantinya meraka bisa sukses dalam
menghadapi dalam berbagai persoalan dan tantangan zamannya, memasuki masa depan
yang lebih baik.
Bertemali dengan perlunya perubahan mendasar dalam praktik
pembelajaran yang selama ini telah latah terbentuk, pemberlakuan kurikulum 2013
di Indonesia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dengan kata lain,
pemberlakuan kurikulum ini akan mendapatkan berbagai tantangan. Hal ini
disebabkan oleh kenyataan bahwa pemberlakuan kurikulum akan sangat berhubungan
dengan berbagai aspek dalam sistem pendidikan baik aspek instrumental, proses,
maupun enviromental input. Dalam
kaitannya dengan instrumental input,
pemberlakuan minimal berhubungan dengan guru
sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum di lapangan dan bahan ajar
sebagai seumber belajar. Ditinjau dari segi environmental
input pemberlakuan kurikulum akan sangat berhubungan dengan sarana dan
prasarana pembelajaran termasuk perangkat TIK di dalamnya. Tantangan lainnya
bertemali dengan proses pembelajaran itu sendiri baik dalam konteks waktu
pelaksanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian pembelajaran.[13]
C.
Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
1.
Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013
Dalam
rangka mempersiapkan lulusan pendidikan memasuki era globalisasi yang penuh
tantangan dan ketidakpastian, diperlukan pendidikan yang dirancang berdasarkan
kebutuhan nyata di lapangan.untuk kepentingan tersebut Pemerintah melakukan
penataan kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan tidak lanjut dari kurikulum
berbasis kompetensi (KBK) yang pernah diujicobakan pada tahun 2004. KBK atau (Competency Based Curriculum) dijadikan
acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai
ranah pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam sejumlah jenjang
dan alur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Pada hakikatnya
kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap
yang di refleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.[14]
Peningkatan
usaha proses belajar dan mengajar harus memperhatikan beberapa aspek
komponen-komponen dalam sisitem introksional. Aspek-aspek itu terdiri dari
tujuan yang hendak dicapai, materi atau isi pelajaran, metode, dan evaluasi
guna memperoleh umpan balik untuk usaha-usaha perbaikan.[15]Terdapat
sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam perumusan perencanaan pembelajaran
pada pelaksanaan kurikulum 2013. Pertama merancang kompetensi yang
seimbang antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang hendak diwujudkan.
Kejelasan kompetensi akan sangat membantu dalam merancang materi pelajaran, skenario
pembelajaran, penilaian, maupun merencanakan media, alat, dan sumber belajar.
Semua bermula dari penyelarasan Indikator Pencapaian yang harus selaras dengan
Kompetensi Dasar, Kompetensi Inti, dan Standar Kompetensi Lulusan.
Beberapa
aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi dapat diuraikan
sebagai berikut. Pertama, Pengetahuan
(Knowledge); yaitu kesadaran dalam
bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi
kebutuhan belajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik
sesuai dengan kebutuhan.Kedua,
Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman
kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu. Misalanya seorang guru yang akan melaksanakan pembelajaran harus
memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik,
agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Ketiga, Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan
tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Misalnya kemampuan guru dalam
memilih, dan membuat alat peraga sederhana untuk memberi kemudahan belajar
kepada peserta didik. Keempat, Nilai
(Value); adalah suatu standar
perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatudalam diri
seseorang. Misalnya standar prilaku guru dalam pembelajaran (kejujuran,
keterukaan, demokratis, dan lain-lain. Kelima,
sikap (attitude); yaitu perasaan
(senang-tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi tehadap krisis ekonomi,
perasaan terhadap kenaikan upah/gajih, dan sebagainya. Keenam, Minat (interest);
adalah kecendrungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. Misalnya minat
untuk mempelajari atau melakukan sesuatu.[16]
a.
Silabus
dan Rencana Pembelajaran
Dalam
kurikulum 2013, silabus sudah disiapkan oleh Pemerintah, baik untuk kurikulum
nasional maupun untuk kurikulum wilayah, sehingga guru tinggal mengembangkan rencana
pembelajaran, yang tidak terlalu jelimet. Di samping silabus, pemerintah juga
sudah membuat buku panduan, baik panduan guru maupun panduan peserta didik,
yang pelaksanaannya juga nanti dilakukan pendampingan. Dengan demikian, dalam
kaitannya dengan rencana pembelajaran dalam kurikulum 2013, guru tidak usah
repot-repot lagi men gembangkan perencanaan tertulis yang berbelit-belit,
karena sudah ada pedoman dan pendampingan. Dalam hal ini, yang paling penting
bagi guru adalah memahami pedoman guru dan pedoman peserta didik, kemudian
menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan. Setelah itu, kemudian
mengembangkan rencana pembelajaran tertulis secara singkat tentang apa yang
akan dilakukan dalam pembukaan, pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik,
serta penutup pembelajaran.
Hal
baru berkaitan dengan silabus dan RPP ini, bahwa sebagian besar pembelajaran,
khususnya di sekolah dasar dilakukan secara tematik integratif. Oleh karena
itu, guru harus memahaminya secara utuh berbagai hal yang berkaitan dengan
silabus tematik integrative sebelum melakukan pembelajaran. untuk kepentingan
tersebut, berikut disajikan contoh silabus tematik untuk kelas IV sekolah dasar
(Kemendikbud 2012).[17]
SILABUS
PEMBELAJARAN TEMATIK
Kelas : IV
Tema : Indahnya Kebersamaan
Alokasi
Waktu : 3 Minggu
Mata
Pelajaran dan Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
Kegiatan
Pembelajaran dan Penilaian
|
MINGGU KE-1
|
||
PPKn
Menghargai
kebhinnekatunggalikaan dan keragaan agama, suku bangsa (pakaian tradisional,
bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi di
lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
(KI
1)
|
· Memberikan
contoh keberagaman di lingkungannya dengan rasa percaya diri.
· Mengagumi
keragaman suku, etnis, dan bahasa sebagai keunggulan di wilayah negara
indonesia
|
· Membuat
daftar keberagaman agama, bahasa, suku bangsa, dan sosial ekonomi yang ada di
lingkungan sekitar
· Menceritakan
keberagaman budaya yang ada di lingkungan sekitar sebagai bentuk keberagaman
dalam kebersamaan
Penilaian
· Tes
tertulis: Penguasaan konsep tentang keberagamaan agama, bahasa suku bangsa,
dan sosial ekonomi
· Unjuk
kerja: menceritakan keberagaman budaya
· Produk:
hasil catatan partisipasi dalam kegiatan kulturul
|
Bahasa Indonesia
Mendengarkan
penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang
dianutnya) di sekolah dan di rumah
|
· Bersikap
tertib (menjaga keheningan) dalam mendengarkan doa
· Mengambil
sikap duduk atau berdiri dengan berdiam diri
|
· Mendengarkan
pembacaan doa dengan sikap tertib (menjaga keheningan), seperti doa akan
belajar, makan melakukan sesuatu pekerjaan, dan lain-lain
· Mencontoh
kata-kata dalam doa yang didengar pada saat berdoa sendiri
Penilaian
Sekala
sikap: tertib dalam mendengarkan doa
|
Mengucapkan
doa dengan bahasa yang baik sesuai dengan agama yang dianutnya
|
· Melafalkan
kata-kata teks doa dengan jelas
· Melafalkan
kata-kata teks doa dengan intonasi yang sesuai
|
· Membaca
teks doa dengan jelas dan intonasi yang sesuai
· Mengucapkan
doa (tanpa teks) dengan jelas dengan intonasi yang sesuai
· Memberikan
saran perbaikan terhadap pegucapan doa yang dilakukan teman
Penilaian
· Unjuk
kerja: mengucapkan doa dengan jelas dan intonasi yang sesuai
|
Menyapa
dan menyampaikan ucapan selamat, terimakasih atau permohonan maaf sesuai
dengan konteknya
|
· Menyapa
dengan kata atau kalimat sapaan yang sesuai
· Menyapa
dana mengucapkan selamat dengan kalimat yang sesuai
· Menyapa
dan menyampaikan ucapan terimakasih dengan kalimat yang sesuai
· Menyapa
dan menyampaikan permohonan maaf dengan kalimat yang sesuai
|
· Mengidentifikasi
kata-kata dan kalimat-kalimat sapaan
· Menyapa
dengan kata atau kalimat sapaan yang sesuai
· Mengedentifikasi
kata dan kalimat-kalimat ucapan
· Mengucapkan
selamat dengan kalimat yang sesuai
· Mengedentifikasi
kata-kata dan kalimat-kalimat terima kasih
· Menyampaikan
ucapan terima kasih dengan kalimat yang sesuai
· Mengidentifikasi
kata-kata dan kalimat-kalimat permohonan maaf
· Menyampaikan
permohonan maaf dengan kalimat yang sesuai
Penilaian
Unjuk
kerja: menyapa dan mengucapkan selamat, terima kasih, dan permohonan maaf
dengan kata dan kalimat yang sesuai
|
Matematika
Menaksir
jumlah uang untuk berbelanja atau jumlah dengan jenis benda yang diperlukan
untuk suatu kegiatan amal sehingga sesuai kebutuhan (k2)
|
· Menyebutkan
besarnya uang saku yang diterima
setiap hari atau minggu
· Menyebutkan
sumber perolehan uang saku
· Menghitung
besarnya penggunaan uang saku untuk konsumsi, uang tabungan, dan sosial
· Membandingkan
nialai uang yang berbeda
· Menyelesaikan
oprasi hitung yang melibatkan uang
· Menentukan
hasil oprasi hitung melalui transaksi jual beli yang melibatkan uang
|
· Membuat
perencanaan penggunaan uang dalam satu hari
· Bermain
jual beli barang seperti kondisi di pasar dengan uang mainan
· Melakukan
kegiatan tawar-menawar antara pemeran penjual dan pembeli barang
· Membandingkan
nilai nominal jenis uang bersama dengan jenis uang mainan temanya
· Transaksi
pembayaran tentang jumlah uang yang diberikan dengan nialai barang yang harus
dibayar
Penilaian
· Produk:
membuat perencanaan penggunaan uang
· Tertulis:
menyelasaikan oprasi hitung
|
Seni Budaya dan
prakarya
· Mengagumi
cirri khas keindahan karya seni dan krya kreatif masing-masing daerah sebagai
anugrah tuhan (KI 1)
|
· Menjelaskan
keunikan karya seni dan karya kreatif berbagai daerah
· Memuji
karya seni dan karya kreatif teman
· Merawat
karya seni dan karya kreatif yang ada di sekolah
· Menunjukkan
kebanggaan terhadap karya sendiri
|
· Mencari
tahu karya seni melalui membaca buku, majalah atau media lain yang ada di
sekolah
· Mengamati
berbagai karya seni dari berbagai
daerah
· Mengidentifikasi
keunikn karya seni daerah lain melalui pengamatan
· Membandingkan
ciri khas karya seni dari berbagai daerah
· Menjelaskan
perbedaan cirri khas karya seni dari berbagai daerah
· Membuat
karya seni dan karya kreatif serta merawatnya
· Mempersentasikan
hasil karya sendiri di depan kelas
Penialain
Pengamatan:
sikap dalam menghargai karya seni (menyimpan dengan baik, tidak merusak,
dll.)
|
Penjasorkes
Menghargai
tubuh sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternialai
Memiliki
prilaku hidup sehat
Mempratikkan
variasi dan kombinasi gerak dasar untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan
dan lari yang dilandasi konsep gerak melalui permainan dan atau tradisional
Mempraktikkan
variasi dan kombinasi gerak dasar untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan
dan lari yang dilandasi konsep gerak melalui permainan dan atau tradisional
|
Melakaukan
aktivitas fisik secara teratur
Menerapkan
prilaku hidup sehat di sekolah
Memperagakan
kombinasi gerak dasar jalan
Memperagakan
kombinasi gerak dasar lari
|
Melakukan
aktivitas fisik setiap hari
Mencuci
tang sebelum dan setelah belajar
Berjalan
jinjit ke berbagai arah mengikuti aba-aba menunjukkan disiplin
Berlari
membawa benda yang diletakkan dikepala
Berlari
langkah kuda/hop bergandengan tangan secara berpasangan dengan menunjukkan
nilai kerjasama, toleransi
Penilaian:
Unjuk
kerja: berjalan jinjit keberbagai arah mengikuti aba-aba dan berlari membawa
benda yang diletakkan di kepala
Pengamatan
prilaku
|
MINGGU KE-2
|
||
PPKn
Menghargai
kebhinnekatunggalikaan dan keragaan agama, suku bangsa (pakaian tradisional,
bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi di
lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
(KI
1)
|
· Mengagumi
keragaman suku, etnis, dan bahasa sebagai keunggulan di wilayah negara
Indonesia
|
· Melakukan
partisipasi kewarganegaraan dimana setiap peserta didik ditugasi untuk ikut
serta dalam suatu kegiatan kultural (upacara adat atau keagamaan pesta rakyat,
pentas seni, dll.) di lingkungan sebagai bentuk kebersamaan
· Membuat
catatan apa kegiatan itu dan apa sumbangannya dalam kegiatan tersebut
Penilaian
· Tes
tertulis
Penguasaan konsep tentang keberagaman
agama, bahasa, suku bangsa, dan sosial ekonomi
· Unjuk
kerja
Menceritakan keberagaman budaya
· Produk
Hasil catatan partisipasi dalam kegiatan
kultural
|
Bahasa Indonesia
· Membaca
teks tentang berbagai topik, membuat pertanyaan, dan menuliskan gagasan pokok
|
· Menyusun
pertanyaan-pertanyaan dengan benar mengenai isi teks bacaan
· Menentukan
dengan tepat gagasan pokok paragraph yang ada dalam teks bacaan
|
· Membaca
di dalam hati teks bacaan tentang
“Indahnya Kebersamaan”
· Membuat
pertanyaan-pertanyaan tentang isi teks bacaan
· Menuturkan
pertanyaan-petanyaan dengan teman untuk saling menjawab
· Menentukan
dan menulis gagasan pokok paragraf-paragraf yang adadi dalam teks bacaan
Penilaian
Teks
tertulis
· Ketepatan
pertanyaan dengan isi teks bacaan
· Ketepatan
dalam menentukan gagasan pokok
paragraf
|
· Membaca
dan menemukan makna kata dalam kamus/ensiklopedia
|
· Membuka
kamus dengan benar untuk menemukan makna kata-kata sulit
· Menyusun
kalimat dengan menggunakan kata-kata sulit yang telah ditemukan artinya di
dalam kamus/ensiklopedia
|
· Membaca
kembali teks bacaan “Indahnya Kebersamaan”
· Mencatat
kata-kata yang dianggap sulit artinya yang ada dalam teks bacaan
· Membuka
kamus/ensiklopedia, lalu menemukan arti dan makna kata-kata tersebut sesuai
dengan konteksnya
· Menyusun
kalimat dengan menggunakan kata-kata sulit yang telah ditemukan artinya di
dalam kamus/ensiklopedia
Penilaian
Tes
Tertulis:
· Menemukan
kata-kata sulit di dalam teks bacaan
· Menyusun
kalimat dengan menggunakan kata-kata sulit
Unjuk
kerja: Membuka kamus/ensiklopedia dengan benar
|
Matematika
· Menaksir
jumlah uang untuk berbelanja atau jumlah dan jenis benda yang diperlukan
untuk sesuatu kegiatan amal sehingga sesuai kebutuhan (k2)
· Mengemukakan
kembali dengan kalimat sendiri, menyatakan kalimat matematika dan memecahkan
masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FBP, satuan
kuantitas, decimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah,
sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya
|
· Menyelesaikan
soal cerita sederhana melalui permainan jual beli yang melibatkan uang
· Menyelesaikan
soal cerita yang berhubungan dengan menaksir jumlah uang yang diperlukan
dengan barang yang dibeli untuk kegiatan amal
· Menyamakan
penyebut dua pecahan dalam operasi penjumlahan dan pengurangan dengan
menggunakan KPK
|
· Menyelesaikan
soal cerita yang berhubungan jual beli
· Menaksir
harga barang yang akan dibeli dengan uang hasil sumbangan di kelas yang akan disumbangkan dalam kegiatan
Penilaian
· Produk
membuat perencanaan penggunaan uang
· Tertulis:
menyelasaikan oprasi hitung
· Mengidentifikasi pecahan dengan mencari KPK dari penyebutnya
kemudian menyamakan penyebutnya pada oprasi penjumlahan dan pengurangan
|
Seni Budaya dan
Prakarya
Menggambar
alam berdasarkan pengamatan keindahan alam (KI 4)
|
· Membuat
gambar dengan motif tumbuhan (bunga dan buah)
· Membuat
gambar pemandangan alam
· Membuat
gambar dengan motif bintang
|
· Mengidentifikasi
keindahan alam melalui pengamatan
· Menggambar
alam berdasarkan hasil pengamatan
Penilaian:
· Proses:
mengamati proses menggambar
· Hasil
Karya: gambar sesuai dengan tema, komposisi warna, keseimbangan
|
PENJASORKES
Memahami
jenis cidera selama melakukan aktivitas fisik dan mampu melakukan pertolongan
pertama
Memahami
cara pengukuran tinggi dan berat badan ideal
|
Menyebutkan
penyebab cidera
Mengukur
berat badan menggunakan ukuran kg
|
Mendiskusikan
cara menghindari cidera pada aktivitas fisik yang akan dilakukan
Mengukur
berat badan menggunakan ”neraca kamar mandi” dan mencatat hasilnya dilakukan
secara berpasangan dengan menunjukkan prilaku kejujuran
|
Mempraktikan
variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan
manipulatif dalam permainan bola kecil yang dilandasi konsep gerak dalam
berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil
|
Menerapkan
variasi dan kombinasi pola lokomotor, non-lokomotor, dan menipulatif dalam
permainan kasti
|
Menangkap
bola melambung dengan satu/dua tangan secara berpasangan atau berkelompok
dengan menunjukkan prilaku kerjasama, percaya diri, disiplin, toleransi,
menjaga keselamatan diri dan orang lain, dan menghargai perbedaan
Penilaian:
Unjuk
kerja: mengukur berat badan, dan menangkap bola
Tertulis:
cara menghindari cidera selama aktivitas fisik
Pengamatan
perilaku
|
MINGGU KE-3
|
||
PPKn
Menghargai
kebhinnekatunggalikaan dan keragamaan agama, suku bangsa (pakaian
tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial
ekonomi di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
(KI
1)
|
· Membiasakan
sikap positif terhadap kebhinekatunggalikaan di lingkungan sosial
|
· Melaporkan
hasil catatan partisipasi dalam kegiatan kultural yang diikuti di
lingkungannya
· Memberikan
komentar terhadap catatan yang dibuat dan dibacakan teman
Penilaian
· Tes
tertulis: Penguasaan konsep tentang keberagaman agama, bahasa, suku bangsa,
dan sosial ekonomi
· Unjuk
kerja: Menceritakan keberagaman budaya
· Produk:
Hasil catatan partisipasi dalam kegiatan kultural
|
Bahasa Indonesia
· Menunjukkan
kepedulian terhadap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari
|
· Membuat
cerita tentang hewan kesukaannya
· Menguraikan
hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara hewan agar hidup sehat dan
tumbuhan agar tumbuh subur
|
· Kegiatan
kecil (7 siswa) menceritakan hewan peliharaannya/hewan atau tanaman yang
disukai yang memperlihatkan kebersamaan antara manusia dengan makhluk yang
ada di sekitarnya
· Projek
besar memelihara tanaman atau hewan di rumah atau di sekolah, dan menjelaskan
hal-hal yang harus dilakukan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sehat
(tumbuhan: disiram dan memperoleh sinar matahari yang cukup; hewan: diberi
makan dan tempat hidup yang layak dan kasih sayang) dan menuliskannya dalam
jurnal mingguan siswa
Penilaian:
Skala
sikap tentang kepedulian terhadap makhluk hidup
|
Bahasa Indonesia
· Melengkapi
bagian cerita rumpang dengan kalimat yang tepat
|
· Melengkapi
bagian cerita yang hilang dengan kalimat pada akhir paragraf
|
· Membaca
cerita yang rumpang pada bagian akhir paragraf yang berhubungan dengan
indahnya kebersamaan
· Mendiskusikan
kalimat yang sesuai untuk melengkapi bagian cerita yang hilang pada akhir
· Melengkapi
bagian cerita yang hilang dengan kata/kalimat pada akhir paragraf
Penilaian:
Tes
Tertulis: Melengkapi cerita rumpang menjadi lengkap berdasarkan hasil diskusi
dengan menggunakan EYD yang tepat
|
Matematika
Mengemukakan
kembali dengan kalimat sendiri, menyatakan kalimat matematika dan memecahkan
masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan
kuantitas, decimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah,
sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenaranya (K4)
|
· Menuliskan
kalimat matematika dari soal cerita yang berhubungan dengan KPK dan FPB
· Menyelesaikan
soal cerita yang berkaitan dengan KPK
· Menyederhanakan
pecahan dengan menggunakan FPB
· Menyelesaikan
soal cerita yang berkaitan dengan FPB
· Memecahkan
masalah yang berhubungan dengan satuan kuantitas
· Memecahkan
masalah matematika yang berhubungan dengan decimal
· Memecahkan
masalah yang berhubungan dengan persen dalam kehidupan dalam kehidupan
sehari-hari
|
· Mengidentifikasi
pecahan dengan mencari KPK dari
penyebutnya kemudian menyamakan penyebutnya pada operasi penjumlahan dan
pengurangan
· Mengidentifikasi
soal cerita kemudian menuliskan kalimat matematika yang berhubungan dengan
KPK
· Mengidentifikasi
soal cerita kemudian menuliskan kalimat matematika yang berhubungan FPB
· Secara
kelompok menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan KPK
· Secara
kelompok menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan FPB
· Secara
kelompok memcahkan masalah yang berhubungan dengan satuan kuantitas
· Secara
kelompok memcahkan masalah yang berhubungan dengan decimal
· Secara
kelompok memcahkan masalah yang berhubungan dengan persen
Penilaian
Unjuk
kerja: ketika berdiskusi kelompok
Tertulis:
Penguasaan konsep KPK dan FPB, satuan kuantitas, decimal dan persen
|
Semni Budaya dan
Prakarya
Menyanyikan
lagu daerah gerak tangan dan badan sesuai dengan tinggi rendah nada. (KI 4)
|
· Menyanyikan
lagu anak-anak
· Menggerakkan
tangan dan badan sesuai tinggi rendah nada
|
· Mendengarkan
lagu anak-anak dari kaset
· Menghafal
atau membaca syair lagu anak-anak
· Menyanyikan
lagu anak-anak dengan senandung
· Menyanyikan
lagu anak-anak dengan gerak tangan dan badan sesuai dengan tinggi rendah nada
Penilaian
Unjuk
kerja menyanyikan lagu anak-anak sesuai dengan gerak tangan dan badan sesuai
dengan tinggi rendah mereka
|
PENJASORKES
Memperaktikkan
kombinasi pola gerak dominan untuk membentuk keterampilan/teknik dasar senam
(seperti: hand stand, kayang, dsb) dan kombinasi pola gerak dominan posisi
statis dan dinamis,tumpuan dan gantungan (misalnya: gerak hand stand
berpasangan) secara berpasangan
Mempraktikan
pola gerak dasar berirama bertema budaya daerah yang sudah dikenal yang
dilandasi konsep gerak mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan music
|
Memperagakan
teknik dasar senam
Menyebutkan
komponen yang di kembangkan dalm gerak berirama
|
Memperagakan
sikap kayang berpasangan/bertiga
Mendiskusikan
komponen gerak yang dikembangkan dalam gerak berirama
Penilaian:
Unjuk kerja: posisi kayang
Tertulis:
menyebutkan komponen gerak yang dikembangkan dalam gerak berirama.
|
Diatas
merupakan contoh silabus tematik yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud 2012.
Selanjutnya dibawah ini merupakan contoh
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran:
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah
(MI)
Kelas / semester : 1V / 1
Tema / topik : Selalu
Berhemat Energi
Subtema : Macam – macam Sumber Energi
Semester : 1
(satu)
Pembelajaran : 1
A. KOMPETENSI INTI
1.
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya
2.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,
teman dan guru
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, membaca dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, sekolah
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa
yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan
yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia
B.
KOMPETENSI DASAR
Bahasa Indonesia
3.1
Menggali informasi dari teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak,
energi panas, bunyi, dan cahaya dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan tulis dengan memilih kosakata baku.
3.2 Mengamati, mengolah, dan menyajikan teks
laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya
dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
IPA
3.4 Membedakan berbagai bentuk energi melalui
pengamatan dan mendeskripsikan
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
4.7
Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di
kehidupan sehari-hari serta kemudahan yang diperoleh oleh masyarakat dengan
memanfaatkan teknologi tersebut.
Seni Budaya dan Prakarya (SBDP)
3.5 Mengetahui berbagai alur
cara dan pengolahan media karya kreatif
4.14
Membuat karya kreatif yang diperlukan untuk melengkapi proses
pembelajaran dengan memanfaatkan bahan di lingkungan.
C.
INDIKATOR
Bahasa Indonesia
1.
Menyajikan laporan hasil percobaan dan
pengamatan tentang sumber energi angin serta pemanfaatannya dalam kehidupan
sehari-hari
2.
Mempraktikkan teks instruksi tentang pembuatan
kincir angin.
Seni Budaya dan
Prakarya (SBDP)
- Mendesain
kincir angin sederhana menggunakan media kertas dan meningkatkan
keterampilan menggunting, melipat dan menempel bedasarkan instruksi
tertulis secara mandiri.
IPA
1.
Menjelaskan melalui tulisan laporan tentang
pemanfaatan sumber energy angina dalam kehidupan.
D.
TUJUAN
1.
Dengan percobaan dan pengamatan, siswa mampu
membandingkan melalui tulisan tentang manfaat energ angin serta pemanfaatan
kincir angin dalam kehidupan sehari-hari bedasarkan data hasil percobaan.
2.
Setelah percobaan membuat kincir angin, siswa
mampu menyajikan laporan hasil percobaan dan pengamatan tentang kincir angina
menggunakan kosa kata baku dengan benar.
3.
Dengan kegiatan membuat kincir angin, siswa
mampu meningkatkan keterampilan menggunting, melipat, dan menempel bedasarkan
instruksi tertulis secara mandiri.
E.
MATERI AJAR
a)
Berbagai bentuk energi melalui pengamatan dan pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari
b)
Membaca informasi dari teks laporan hasil
pengamatan tentang energi.
c) Mengetahui berbagai alur cara dan pengolahan
media karya kreatif
d)
Karya kreatif dengan
memanfaatkan bahan di lingkungan
F.
ALOKASI WAKTU
1 x 35 menit
G.
PENDEKATAN & METODE
Pendekatan :
Scientific
Strategi :
Cooperative Learning
Metode :
Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi, Poster Coment, Demonstrasi
H. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Kegiatan
|
Deskripsi
Kegiatan
|
Alokasi
Waktu
|
Pendahuluan
(Apersepsi)
|
1.
Peserta didik memulai kegiatan dengan
berdoa
2.
Bertanya jawab untuk kondisi peserta
didik dalam menerima pembelajaran
3.
Mengajak semua siswa senam sehat
gembira
4.
Memberikan motivasi pembelajaran kepada
siswa
5.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
6.
Guru menginformasikan tema yang akan
dibelajarkan yaitu tentang “Selalu Berhemat Energi”
|
10’
|
Inti
|
1.
Siswa mengamati sebuah kincir angin
yang dibuat oleh guru. (eksplorasi,
mengamati, menyimak)
2.
Bertanya jawab tentang kincir angin (eksplorasi, menyimak, menanya, menalar)
3.
Guru membimbing siswa dalam membuat
hipotesa dari tanya jawab tersebut.
4.
Guru mengelompokkan siswa
5.
Siswa membuat kincir angin sesuai
dengan instruksi guru. (elaborasi, eksplorasi, , mencipta, mencoba,
menalar)
6.
Guru
berkeliling memastikan siswa memahami instruksi yang diberikan dan memberikan
bantuan kepada siswa yang menemui kesulitan.
7.
Setelah
kincir angin selesai dibuat, siswa melakukan percobaan menggunakan kincir
tersebut. (elaborasi, mencoba, menalar)
8.
Siswa
menggerakkan kincir angin dengan membawanya berlari atau ditiup.
(elaborasi, mencoba, menalar)
9.
Siswa
mengamati proses percobaan hingga kincir bergerak berputar. (eksplorasi, mengamati)
10. Siswa mencocokkan jawaban sementara
mereka di awal pembelajaran dengan hasil percobaan. (eksplorasi, mengamati, menalar)
11. Siswa menuliskan hasil percobaan pada
lembar kerja siswa. (mengkomunikasikan,
mengamati, menalar)
12. Siswa mengkomunikasikan proses
pembuatan kincir di depan kelas.
(mengkomunikasikan
dan konfirmasi)
13. Siswa diberi kesempatan untuk memasang
kincir mereka di sekitar kelas/sekolah.
14. Guru menayangkan video tentang penggunaan
kincir angin untuk menambah wawasan siswa. (eksplorasi,
mengamati, menyimak)
|
20’
|
Penutup
|
1.
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan/
rangkuman hasil belajar setiap hari
2.
Bertanya jawab tentang materi yang
telah dipelajari (untuk mengetahui
hasil ketercapaian materi)
3.
Melakukan
penilaian hasil belajar
4.
Mengajak
semua siswa berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing
|
5’
|
I.
SUMBER
dan ALAT BANTU PEMBELAJARAN :
1.
Buku Siswa kelas 4
tema Selalu Berhemat Energi
2.
Buku guru kelas 4
tema Selalu Berhemat Energi
3.
Video tentang
penggunaan kincir angin
4.
Kertas berbentuk
persegi/origami
5.
Gunting
6.
Kawat
7.
Spidol
J.
PENILAIAN :
1.
Penilaian Unjuk Kerja
2.
Penilaian Sikap
3.
Penilaian Tes Tulis
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja
- Rubrik
membuat kincir
No.
|
Kriteria
|
Bagus Sekali
(4)
|
Bagur
(3)
|
Cukup
(2)
|
Berlatih lagi
(1)
|
1
|
Model kincir
|
Kincir berbentuk sesuai dengan instruksi dan
dapat diputar dengan sempurna
|
Kincir kurang sesuai dengan instruksi
tetapi dapat diputar dengan sempurna
|
Kincir berbentuk sesuai dengan instruksi
tetapi tidak dapat berputar dengan sempurna
|
Kincir tidak berbentuk sesuai instruksi dan
tidak dapat berputar
|
2
|
Sikap (kemandirian dan ketertiban)
|
Tertib mengikuti
instruksi, dan
selesai tepat waktu serta mampu
mendesain setiap
bagian dengan mandiri
|
Tertib mengikuti
instruksi, dan
selesai tepat
waktu,
tetapi dibimbing
untuk mengerjakan
beberapa bagian
dari
kincir.
|
Tertib mengikuti
instruksi, dan
selesai tepat
waktu tetapi
dibimbing untuk
mengerjakan
seluruh bagian
kincir.
|
Tidak tertib
tidak mandiri
dan dibimbing
untuk
mengerjakan
semua
bagian.
|
3
|
Keterampilan
mengkomunikasikan
hasil.
|
Penjelasan
mudah difahami,
pemilihan kata
sesuai dengan
bahasa Indonesia
baku.
|
Penjelasan mudah
difahami,
pemilihan
beberapa kata
sesuai dengan
bahasa Indonesia
baku.
|
Penjelasan kurang
difahami,
pemilihan
beberapa
kata sesuai/
tidak
sesuai dengan
bahasa Indonesia
baku.
|
Penjelasan
sulit difahami,
pemilihan kata
tidak sesuai
dengan bahasa
Indonesia baku
|
Catatan : Centang (√) pada bagian yang
meemnuhi kriteria.

16
Rubrik Penilaian Sikap
No.
|
Sikap
|
Belum terlihat
|
Mulai terlihat
|
Mulai Berkembang
|
Membudaya
|
Ket
|
1.
|
Rasa Ingin Tahu
|
|||||
2.
|
Kerja sama
|
|||||
3.
|
Tekun
|
|||||
4.
|
Teliti
|
Mengetahui Guru
Kelas 1V
Kepala Sekolah,
................................. ...................................
NIP .................................. NIP....................................
2.
Pelaksanaan
Proses Pembelajaran Kurikulum
2013
Proses
pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara
guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif
untuk mencapai tujuan belajar. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa
merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Antara dua komponen
tersebut harus terjalin interaksi yang saling menunjang agar hasil belajar
siswa dapat tercapai secara optimal.[18]
Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang
diorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah
sesuai dengan tujuan pendidikan. Pengawasan itu turut menentukan lingkungan itu
membantu kegiatan belajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang
menantang dan merangsang para siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan
kepuasan serta mencapai tujuan yang diharapkan.[19]
Pola
pembelajaran yang efektif adalah pola pembelajaran yang di dalamnya terjadi
interaksi dua arah antara guru dan siswa, artinya guru tidak harus selalu
menjadi pihak yang lebih dominan. Pada pola pembelajaran ini guru tidak boleh
hanya berperan sebagai pemberi informasi tetap juga bertugas dan bertanggung
jawab sebagai pelaksana yang harus menciptakan situasi memimpin, merangsang dan
menggerakkan siswa secara aktif. Selain itu guru harus dapat menimbulkan
keberanian siswa baik untuk mengeluarkan idenya atau sekedar hanya untuk
bertanya. Mengajar bukanlah suatu aktivitas yang sekedar menyampaikan informasi
kepada siswa, melainkan suatu proses yang menuntut prubahan peran seorang guru.
Perubahan dari informator menjadi pengelola belajar yang bertujuan untuk
mempelajarkan siswa agar terlibat secara aktif sehingga terjadi
perubahan-perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam pembelajaran tergambar adanya suatu aktivitas belajar yang
akan menghasilkan perubahan prilaku sebagai keluaran (Iouput) dan hasil belajar
(Outcome).[20]
Pada tahap
apersepsi siswa melakukan aktivitas pertama yakni menggali pengetahuan awal
yang telah dimilikinya. Mereka juga menyimak penjelasan guru tentang
aktivitas-aktivitas apa yang harus mereka lakukan selama pembelajaran beserta
capain kinerja aktivitas tersebut. Pada tahap eksplorasi siswa melakukan
kegiatan pengamatan. Bukti nyata capaian aktivitas ini adalah catatan hasil
pengamatan. Tahap selanjutnya aktivitas siswa adalah mengelaborasi hasil
pengamatan secara individu tersebut dalam kerja koopratif. Pada tahap ini
seluruh siswa beraktivitas menyampaikan hasil pengamatan dan menyusun menjadi
sebuah laporan pengamatan kelompok sebagai hasil capaian aktivitasnya. Pada
tahap konfirmasi dan penjelasan, sisiwa menyampaikan hasil kerja kooperatifnya
di depan kelas. Siswa yang lain menyimak sekaligus mencatat hasil-hasil penting
yang ditemukan kelompok lain. Setelah semua kelompok mendapatkan giliran guru
memberikan penguatan materi dan siswa kembali membuat catatan atas apa yang
disampaikan guru.[21]
Dari
gambaran sebuah proses pembelajaran diatas yang terdiri atas sejumlah aktivitas
pembelajaran tersebut dan diseratai dengan adanya sebuah target kinerja pada
setiap aktivitas maka diyakini guru mampu mengembangkan potensi siswa,
mengetahui kekurangan dan kelemahan siswa secara tepat pada setiap
aktivitas, memberikan penguatan secara
tepat atas kelemahan siswa sesuai dengan yang diliahat oleh guru tentang kelemahan
yang terjadi pada aktivitas pembelajaran tadi, maka akan bermuara pada
peningkatan mutu proses pembelajaran itu sendiri. Oleh sebab itulah apabila
sebuah proses yang dilakukan seorang guru seperti mana yang digambarkan diatas,
maka itu disebut sebuah pengajaran bukan pembelajaran.
3.
Penilaian
Proses Pembelajaran Kurikulum
2013
Kata
evaluasi berasal dari bahasa Inggris, evaluation,
yang berarti penilain atau penaksiran.evaluasi adalah the process of delineating, obtaining, and providing useful information
for jadging decision alternatives. Artinya, evaluasi merupakan proses
menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna merumuskan
alternatif keputusan. Rooijckers Ad mendifinisikan evaluasi sebagai usaha atau
proses dalam menentukan nilai. Secara khusus, evaluasi atau penilaian juga
diartikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil
pengukuran untuk keperluan mengambil keputusan.[22] Pada
umumnya evaluasi dikaitkan dengan ujian-ujian. Peran evaluasi yang tradisional
berfungsi menyajikan informasi untuk
membuat keputusan seleksi. Akan tetapi, keputusan semacam ini bukanlah
satu-satunya keperluan yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan. Oleh
karena itu, evaluasi ditetapkan sebagai hasil meramu dan menganalisis
kenyataan-kenyataan sebelum pengambil keputusan, dan dalam bebrapa hal sifat
evaluasi bergantung pada macam keputusan yang telah dibuat.[23]
Penilain
proses dimaksudkan untuk menilai kualitas pembelajaran serta internalisasi
karakter dan pembentukan kompetensi peserta didik, termasuk bagaimana
tujuan-tujuan belajar direalisasikan. Dalam hal ini, penilaian proses dilakukan
untuk menilai aktivitas, kreativitas, dan keterlibatan peserta didik dalam
pembelajaran, terutama keterlibatan mental, emosional, dan sosial dalam
pembentukan kompetensi serta karakter peserta didik. Kualitas pembelajaran
dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses,
pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau
setidak-tidaknya sebagian besar (80%) peserta didik terlibat secara aktif, baik
fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran, di samping menunjukkan
kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya
pada diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan
berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang fositif pada diri peserta
didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (80%). Lebih lanjut
proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata,
menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi, serta sesuai dengan
kebutuhan, perkembangan masyarakat dan pembangunan.[24]
4.
Pengawasan
Proses Pembelajaran Kurikulum
2013
Pengawasan
(pengendalian) atau kontroling adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen.
Fungsi manajemen yang dikendalikan adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawasan itu sendiri. Kasus-kasus yang banyak terjadi dalam
suatu organisasi adalah akibat masih lemahnya pengendalian sehingga terjadilah
berbagai penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan. Pada
dasarnya rencana dan peleksanaan merupakan satu kesatuan tindakan, walaupun hal
ini jarang terjadi. Pengawasan diperlukan untuk melihat sejauh mana hasil
tercapai. Pengawasan sebagai tugas disebut supervisi pendidikan. Sebagai
pemahaman lanjut dari istilah tersebut.
Pengawasan
dapat diartikan sebagai proses kegiatan monitoring untuk meyakinkan bahwa semua
kegiatan organisasi terlaksana seperti yang direncanakan dan sekaligus juga
merupakan kegiatan untuk mengoreksi dan memperbaiki bila ditemukan adanya
penyimpangan yang akan mengganggu pencapaian tujuan. Pengawasan juga merupakan
fungsi manajemen yang diperlukan untuk mengevaluasi kinerja organisasi atau
unit-unit dalam suatu organisasi guna menetapkan kemajuan sesuai dengan arah
yang dihendaki.[25]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan telaah
dan analisis yang penulis lakukan terhadap Rencana Kurikum 2013 Sebuah proses pendidikan, baik
tingakatan nasional maupun tingkatan kelas akan dianggap sukses apabila
kompetensi lulusan yang ditargetkan dapat tercapai dengan sempurna. Oleh sebab
itu, diperlukan beberapa tahapan-tahapan dan serangkai strategi yang nantinya
dijadikan pedoman untuk mencapai target tersebut. Standar proses merupakan
sebuah pedoman, atau tahapan langkah-langkah bagi para guru saat mereka
memberikan pembelajaran dalam kelas, dengan harapan proses pendidikan yang berlangsung
bisa efektif, efesien dan inofatif. Sehingga beberapa target atau kriteria
mengenai komptensi lulusan dapat tercapai dengan sempurna.
Pada tataran proses pembelajaran kurikulum 2013 dan untuk
memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik
antarmata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) akan
mengupayakan agar para guru mampu menerapkan pembelajaran berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Hal ini bertujuan
untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual,
baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan
pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project
based learning).
Proses
pembelajaran pada satuan waktu pendidikan diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. Selain itu dalam proses pembelajaran pendidik
memberikan keteladanan.
Setiap satuan
pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran
untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Perencanaan proses
pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajran, materi ajar, metode pengajaran, sumber
belajar, dan penilaian hasil belajar.
Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
B.
Kritik dan
saran
Kami
sebagai manusia yang ingin menjadi diri sendiri dan pribadi yang lebih baik
menyadari akan kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri kami sebagai manusia
biasa. Oleh karena itu kami berharap kepada semua pihak yang membaca makalah
ini untuk memberikan sumbangsih berupa kritik dan saran bagi penulis demi menjadi
diri yang lebih baik dan demi penyempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat
bagi siapa saja. Amin.
[1]E. Mulyasa, Kurikulum Yang Disempurnakan Pengembangan Standar Kompetensi Dan
Kompetensi Dasar, (Cet. III; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009).
[2]E. Mulyasa, Kurikulum Yang Disempurnakan.
[3]Omar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Cet. I; Bandung: Pt Remaja
Rosdakarya, 2006).
[4]Oemar Hamalik, Evaluasi Kurikulum, (Cet. I; Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 1990).
[5]Hamdani Hamid, Pengembangan Kurikulum Pendidikan, (Cet. I; Bandung: Cv Pustaka
Setia, 2012).
[6]Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru, (Cet. II;
Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2013).
[7]Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru.
[8]Yunus Abidin, Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013, (Cet. I;
Bandung: Pt Refika Aditama, 2014).
[9]Yunus Abidin, Desain Sistem Pembelajaran.
[10] Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Cet. II; Jakarta: Pt
Rineka Cipta, 2008).
[11]Yunus Abidin, Desain Sistem Pembelajaran.
[14]E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013,( Cet, III; Bandung:
Pt Remaja Rosdakarya, 2013).
[15]Oemar Hamalik, Evaluasi Kurikulum.
[16]E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum.
[19]Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain, Strategi Belajar Mengajar,
(Cet. IV; Jakarta: Pt. Rineka Cipta, 2010).
[20]Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru.
[22]Hamdani Hamid, Pengembangan Kurikulum Pendidikan.
[25]http://abunathan.blogspot.com/2009/04/pengawasan-dansupervisi-pendidikan.html, diakses tanggal 21 Oktober 2014.
0 Comments