KICAUAN-KICAUAN KEGUNDAHAN
Unsur dalam memutuskan sesuatu, dlam memilah dan memilih mna yg pantas, mana yg sesuai apa lgi dalam hal jalan hidup tidak lepas dri pertimbngn pikiran, hati, perasaan, nafsu, kehendak dan akal. Terkadang 6 unsur itu berperang hebat dikala pikiran menginginkn sesuatu, nafsu mendongkrak kras atas pikiran dan kemudian di tarik oleh kehndak yg kuat tetpi hati mengatakan tidak dn dibayangi oleh persaan serta didorong akal maka, disaat itulah akan hdir terpaan2 kebingungn, kegundahan.
Beberapa unsur tersebut diharuskan seimbng agar hal-hal yg menyebabkan bingung dalam memutuskan sesuatu terhindar. Lalu timbul pertnyaan Apakh sulit untuk menyeimbangkan beberapa unsur trsebut?
Untuk menjawab pertanyan tersebut, sebelumnya perlu diketahui pribadi setiap manusia bebeda2 tetapi setiap mnusia yg bisa mengendalikan hati dengan normal mungkin lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yg biasanya terjadi tersebut.
Ada satu kunci yg tidak kita sadari dalam hal ini yaitu HATI. Ada ungkapan kata hati tidak pernah berbohong, konsep ini menurut kita bisa diterima, karena Kata hati hanya kita yg tau. Banyak yg mengatakan dalam jati diri hati lah yg pling jujur. Bila hal ini bisa disepakti maka tidak menutup kemungkinan bebrpa faktor yg menyebabkan kegundahan bisa netral krna dikendalikan oleh hati.
Dalam memutuskan sesutu hal yg mungkin kita anggap berat cobalah untuk jangn berbohong dengan diri sendiri, cobalah untuk selalu jujur dengan dri sendiri. Dan belajarlah mengendalikan 6 unsur diatas dengan seimbang maka jalan yg dipilih akan tepat. Ibarat kapal yg kekuatan dan keseimbngannya sudh bagus walau bagaimnapun diterjang gelombang maka tidak akan tenggelam,tapi perlu diingat nahkoda nya lah yg memegang kendalinya. Nahkoda ini diibaratkan Hati.
Maka bila pikiran, persaan, nafsu, kehendak dan akal bertempur hebat maka ada hati yg berbisik.coba dengarkan bisikan itu krena hati tidak pernah berbohong.
Jadilah diri sendir, hiduplah mengalir, syukuri atas nikamat yg diberikan, selalu sangka baik.
- Umar bin Khatab menyatakan, “Hendaklah engkau senantiasa jujur, meski dengannya engkau dapat terbunuh. “Umar juga berkata, “Seandainya kejujuran merendahkanku, dan sedikit yang bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih aku cintai dari kebohongan yang dapat menaikkan posisiku, meski sedikit yang bisa dilakukan.”
- Asy-Sya’bi menyatakan, “Hendaklah engkau jujur meski hal tersebut merugikanmu, namu kejujuran sangat bermanfaat bagimu. Dan jauhilah kebohongan meski ia menguntungkanmu, namun sejatinya kebohongan merugikanmu.”
- Aristoteles pernah ditanya, “Apa yang akan didapatkan manusia dari para pembohong? “Maka dia menjawab, “Tidak adanya kepercayaan orang – orang bagi mereka, kendati mereka berkata benar.”

0 Comments